LOMBOK TENGAH — Ketua Umum LSM Gelombang (Gerakan Lombok Bangkit), Lalu Moh. Syukri, menyampaikan apresiasi atas kegigihan dan partisipasi masyarakat Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, yang secara swadaya bergotong royong memperbaiki jembatan yang sebelumnya mengalami kerusakan parah.
Apresiasi tersebut disampaikan Lalu Moh. Syukri pada Minggu, 27 September 2026. Menurutnya, inisiatif masyarakat dalam memperbaiki jembatan tersebut menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dan kepedulian warga terhadap kebutuhan bersama.
“Kami sangat mengapresiasi semangat warga yang berinisiatif sendiri memperbaiki jembatan yang telah lama ambruk,” ujar Lalu Moh. Syukri.
Pembangunan jembatan tersebut melibatkan sejumlah tokoh Desa Mujur yang menjadi penggerak utama kegiatan. Lima orang yang disebut sebagai inisiator pembangunan jembatan tersebut yakni Dr. Ir. H. Abdul Hakim, M.M., H. Isro’, S.H., Murdan, H. Nurman, dan Junaidi.
Lalu Moh. Syukri secara khusus mengapresiasi perhatian Dr. Ir. H. Abdul Hakim yang disebut tetap aktif mendukung proses pembangunan meskipun berdomisili di Kota Mataram. Menurut Syukri, Abdul Hakim disebut rela bolak-balik Mataram–Mujur untuk ikut memantau dan mendukung proses pembangunan jembatan tersebut.
“Hal ini merupakan salah satu wujud nyata kepedulian terhadap warga Desa Mujur,” katanya.
Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat karena menjadi salah satu akses yang menunjang berbagai aktivitas warga, mulai dari pendidikan, ekonomi, sosial hingga kegiatan keagamaan.
Selain memperlancar mobilitas, proses pembangunan secara gotong royong juga dinilai memperkuat kebersamaan masyarakat. Antusiasme warga terlihat dari keterlibatan masyarakat dalam proses pengerjaan jembatan secara bersama-sama.
Syukri menyebut, akses tersebut juga penting bagi para siswa dari tiga sekolah yang sebelumnya harus menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh akibat kondisi jembatan yang tidak dapat dilalui dengan baik. Kondisi tersebut, menurutnya, turut berdampak terhadap aktivitas ekonomi, sosial dan keagamaan masyarakat.
Di sisi lain, LSM Gelombang mempertanyakan belum adanya respons yang diharapkan dari pemerintah daerah terkait kondisi jembatan tersebut. Syukri menyebut masyarakat telah lebih dari dua tahun berharap adanya perhatian dan bantuan pemerintah untuk memperbaiki jembatan yang dinilai menjadi kebutuhan bersama.
“Sangat disayangkan jika masyarakat harus bergerak sendiri untuk membangun dan memperbaiki jembatan yang menjadi kebutuhan bersama. Harusnya kebutuhan dan kepentingan masyarakat menjadi salah satu prioritas pemerintah,” tegasnya.
Meski demikian, Syukri mengapresiasi kekompakan warga yang tetap melaksanakan pembangunan melalui semangat gotong royong. Menurutnya, apa yang dilakukan masyarakat menunjukkan bahwa persoalan akses publik dapat mendorong munculnya solidaritas dan kepedulian antarwarga.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi jembatan tersebut, termasuk melihat langsung kebutuhan masyarakat di lapangan serta mempertimbangkan dukungan sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.
“Semoga gotong royong ini dapat memperlancar akses serta memberikan manfaat bagi warga Desa Mujur dan menjadi berkah untuk kita semua,” tutup Lalu Moh. Syukri kepada awak media.
Penulis: Amiri
WARTA NUSANTARA NTB
“Menyajikan Fakta, Menginspirasi Bangsa.”
