Notification

×

Iklan

Iklan

Jelang Pilkades Serentak 29 Oktober, Rizqi Adiarta Serukan Penolakan Politik Uang

Selasa, 20 Oktober 2026 | Oktober 20, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-20T11:55:56Z

LOMBOK TENGAH — Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada 29 Oktober 2026, tokoh pemuda Desa Semoyang, Rizqi Adiarta, menyerukan kepada seluruh calon kepala desa dan masyarakat di Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, untuk bersama-sama menolak praktik politik uang.

Menurut Rizqi, upaya mewujudkan demokrasi yang bersih tidak cukup hanya dilakukan oleh penyelenggara pemilihan. Para calon kepala desa dan masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga proses demokrasi agar berjalan secara jujur, adil, dan bermartabat.

Ia menilai praktik politik uang berpotensi merusak nilai-nilai demokrasi karena pilihan masyarakat dapat dipengaruhi oleh pemberian materi, bukan berdasarkan pertimbangan terhadap kemampuan, integritas, serta program kerja calon pemimpin.

“Jika dengan uang kita menang, lalu apa artinya demokrasi yang bersih serta integritas dan prinsip? Kemenangan yang dibeli dengan uang tidak akan pernah melahirkan pemimpin yang amanah. Itu jelas mencederai demokrasi kita,” tegas Rizqi Adiarta, Senin (20/10).

Ajak Calon Adu Gagasan, Bukan Adu Amplop

Rizqi mengajak seluruh calon kepala desa yang mengikuti Pilkades serentak untuk mengedepankan persaingan yang sehat. Menurutnya, setiap calon seharusnya memiliki kesempatan menyampaikan visi, misi, gagasan, serta program kerja yang dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Ia berharap kontestasi Pilkades tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menilai kualitas kepemimpinan dan komitmen setiap calon dalam membangun desa.

“Politik itu harusnya beretika. Mari kita jaga kemurnian demokrasi, bukan hanya di Desa Semoyang, tapi di seluruh desa se-Kecamatan Praya Timur yang ikut Pilkades serentak. Menang kalah itu biasa, tapi cara menang yang terhormat itu yang utama. Saya mengajak semua calon dan masyarakat untuk tetap berpolitik dengan etika,” ujarnya.

Selain mengingatkan para calon, Rizqi juga mengajak masyarakat agar menggunakan hak pilih secara bijak. Ia berharap warga tidak mudah terpengaruh oleh pemberian uang atau materi, melainkan mempertimbangkan rekam jejak, kemampuan, dan program yang ditawarkan masing-masing calon.

Baginya, kualitas kepemimpinan desa tidak semestinya ditentukan oleh besarnya uang yang dikeluarkan selama proses pemilihan. Masyarakat perlu mendapatkan ruang untuk menentukan pilihan secara bebas sesuai hati nurani.

Persaudaraan Harus Tetap Terjaga

Di samping persoalan politik uang, Rizqi menyoroti pentingnya menjaga kerukunan sosial selama tahapan Pilkades berlangsung. Ia mengingatkan bahwa perbedaan dukungan terhadap calon kepala desa merupakan hal yang wajar dalam demokrasi dan tidak seharusnya menjadi alasan untuk merusak hubungan keluarga maupun persaudaraan.

Menurutnya, suasana politik menjelang pemilihan sering kali membuat sebagian masyarakat terlalu larut dalam persaingan. Karena itu, ia mengajak warga agar tetap mengedepankan sikap saling menghormati meskipun memiliki pilihan yang berbeda.

“Saya ingatkan, kerukunan berkeluarga harus lebih diprioritaskan daripada fanatik terhadap calon. Jangan sampai karena politik, ikatan keluarga dan silaturahmi menjadi korban dan nurani kita mati. Beda pilihan itu wajar, tapi persaudaraan harus tetap dijaga. Siapa pun yang terpilih nanti tetap saudara kita,” tuturnya.

Rizqi berharap Pilkades serentak di Kecamatan Praya Timur pada 29 Oktober 2026 dapat berlangsung dengan aman, damai, jujur, dan adil. Ia juga berharap seluruh pihak mampu menjaga suasana kondusif, menghormati perbedaan pilihan, serta menghindari tindakan yang dapat memicu konflik di tengah masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan Pilkades tidak semata-mata diukur dari terlaksananya pemungutan suara, tetapi juga dari terjaganya kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi dan hubungan sosial setelah pemilihan selesai.

Ia menegaskan bahwa siapa pun yang nantinya terpilih harus tetap dihormati sebagai bagian dari masyarakat desa. Sebaliknya, seluruh calon dan pendukung diharapkan dapat menerima hasil pemilihan sesuai mekanisme yang berlaku demi kepentingan bersama.

LOMBOK TENGAH, 20 OKTOBER 2026

WARTA NUSANTARA
Menyajikan Fakta, Menginspirasi Bangsa.

×
Berita Terbaru Update