Lombok Barat — Persoalan pendidikan tidak hanya berbicara tentang ruang kelas, kurikulum, dan proses belajar mengajar. Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, dunia pendidikan menghadapi berbagai tantangan dan isu krusial yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah, tenaga pendidik, mahasiswa, hingga seluruh elemen masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Lalu Teguh Firdaos dalam kegiatan yang dihadiri sekitar 1.000 guru dan mahasiswa di Kabupaten Lombok Barat.
Dalam pandangannya, pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Karena itu, berbagai persoalan yang muncul di lingkungan pendidikan tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa.
«“Tantangan pendidikan hari ini semakin kompleks. Kita tidak hanya dituntut mencetak generasi yang pintar secara akademik, tetapi juga generasi yang memiliki karakter, kemampuan berpikir kritis, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial,” ujar Lalu Teguh Firdaos.»
Ia juga menilai bahwa guru dan mahasiswa memiliki posisi strategis dalam menjawab berbagai tantangan tersebut. Guru menjadi salah satu ujung tombak dalam membentuk karakter dan kualitas generasi muda, sementara mahasiswa memiliki peran sebagai kelompok intelektual yang dapat memberikan gagasan, kritik, serta inovasi bagi kemajuan pendidikan.
Menurutnya, berbagai isu krusial seperti kualitas tenaga pendidik, pemerataan akses pendidikan, perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan, literasi digital, kesejahteraan guru, hingga kesenjangan pendidikan perlu menjadi perhatian bersama.
Lalu Teguh menegaskan bahwa penyelesaian persoalan pendidikan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, guru, mahasiswa, orang tua, dan masyarakat.
“Kita tidak boleh hanya sibuk memperdebatkan siapa yang salah. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita menghadirkan solusi. Pendidikan harus menjadi ruang untuk melahirkan manusia yang mampu menghadapi masa depan, bukan sekadar mengejar angka dan nilai,” tegasnya.
Kehadiran sekitar 1.000 guru dan mahasiswa dalam kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan membuka ruang diskusi mengenai masa depan pendidikan, khususnya di Nusa Tenggara Barat.
Ia berharap generasi muda tidak hanya menjadi penonton terhadap perubahan dunia pendidikan, tetapi ikut mengambil bagian dalam memberikan gagasan dan solusi.
“Kalau kita ingin melihat masa depan daerah dan bangsa yang lebih baik, maka kita harus berani memperbaiki pendidikannya hari ini. Karena kualitas pendidikan hari ini adalah gambaran kualitas generasi yang akan memimpin masa depan,” tutup Lalu Teguh Firdaos.
