WARTA NUSANTARA NTB
Edisi: Sabtu, 1 Agustus 2026 | Halaman 3 | Seksi: Ekonomi & Kesejahteraan
LOMBOK TENGAH – Para pedagang kaki lima di Kabupaten Lombok Tengah menyatakan kesiapan bersaing dengan gerai modern lewat produk unggulan berbasis kearifan lokal. Dengan sentuhan tangan kreatif khas budaya Sasak, hasil karya warga dinilai memiliki nilai jual tinggi dan berpotensi menembus pasar dunia.
Seniman senior Sasak, Karye Sapiman, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kemudahan perizinan serta kepastian hukum dan kelegalan seluruh produk karya pedagang kaki lima di wilayah tersebut.
Menurutnya, potensi yang dimiliki masyarakat sangat besar namun seringkali terhambat masalah administrasi dan dukungan. Oleh karena itu, Pemerintah Daerah diminta memberikan perhatian dan dukungan nyata terhadap sektor ini.
"Dukungan pemda sangat diperlukan agar usaha ini dapat berkembang pesat, sekaligus menjadi langkah strategis dalam mengentaskan pengangguran di kalangan masyarakat," ujarnya.
Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan taraf ekonomi pelaku usaha, tetapi juga melestarikan identitas budaya Sasak sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk lokal Nusa Tenggara Barat.
Redaksi masih menanti tanggapan resmi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah terkait upaya dukungan terhadap pelaku usaha kecil dan menengah.
Usman jayadi
