LO
MBOK TENGAH, 25 Juli 2026 – Warta Nusantara NTB – Masyarakat mulai mempertanyakan kinerja kepala sekolah beserta jajaran guru di SMA Negeri 3 Praya terkait hasil pembelajaran tahun ajaran ini. Sorotan muncul menyusul adanya informasi bahwa sebanyak 14 orang siswa dinyatakan tidak naik kelas, dan justru pihak sekolah disinyalir mewajibkan para siswa tersebut pindah ke lembaga pendidikan lain jika ingin melanjutkan jenjang pendidikan.
Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan dan menimbulkan pertanyaan besar di kalangan orang tua maupun warga. Pasalnya, alih-alih melakukan introspeksi serta mencari solusi perbaikan proses pembelajaran, muncul dugaan bahwa sebagian tenaga pendidik justru merasa bangga dengan banyaknya siswa yang tidak naik kelas. Padahal secara hakikat, guru memiliki tanggung jawab utama selaku pendidik sekaligus orang tua kedua bagi peserta didik di lingkungan sekolah.
"Seharusnya hal seperti ini menjadi momen bagi seluruh jajaran pimpinan sekolah dan guru untuk mawas diri, mengkoreksi cara mengajar, mengevaluasi metode penyampaian materi, serta memperbaiki sistem bimbingan kepada siswa. Bukan malah merasa bangga atau dengan mudah melempar tanggung jawab dengan menyuruh mereka pindah sekolah," ujar salah satu warga yang memantau perkembangan ini.
Menurut pandangan banyak pihak, langkah meminta siswa pindah sekolah seolah-olah menjauhkan masalah tanpa menyelesaikan akar penyebabnya. Keberhasilan pendidikan tidak semata diukur dari ketatnya standar kelulusan tanpa pendampingan, melainkan sejauh mana pendidik mampu membimbing, membina, dan membantu setiap siswa mengembangkan potensi yang dimilikinya hingga mampu mencapai ketuntasan belajar.
Pihak masyarakat berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah turun tangan untuk meninjau dan mengevaluasi kinerja serta manajemen pembelajaran di SMA Negeri 3 Praya. Selain itu, diharapkan agar kepala sekolah dan seluruh tenaga pendidik segera melakukan refleksi bersama, memperbaiki pola pendampingan, serta menyusun strategi pemulihan belajar bagi siswa yang mengalami kesulitan, tanpa harus membebani mereka dengan syarat pindah sekolah.
Sampai berita ini diterbitkan, redaksi Warta Nusantara NTB belum menerima tanggapan resmi dari Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Praya maupun jajaran terkait isu yang beredar. Redaksi akan terus berupaya mengonfirmasi kepada pihak sekolah serta instansi berwenang guna mendapatkan penjelasan yang seimbang dan utuh demi kepentingan publik.
Di konfirmasi kepala sekolah tersebut di konfirmasi via tulisan WhatsApp, tidak ada respon .
Sumber berita:lalu Welly Vidi
Editor:usman jayadi.
