MATARAM, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Mataram (BEM Unram) menyampaikan kritik terhadap kondisi pemerintahan dan situasi nasional di hadapan sekitar 6.800 mahasiswa baru Universitas Mataram.
Dalam pernyataannya, BEM Unram menilai berbagai persoalan yang terjadi di Indonesia telah menunjukkan kondisi yang mereka sebut sebagai “Indonesia mengalami kelumpuhan.” Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk sikap kritis mahasiswa terhadap pemerintah sekaligus ajakan kepada mahasiswa baru untuk memiliki kepedulian terhadap persoalan bangsa.
BEM Unram menilai mahasiswa tidak hanya memiliki peran sebagai insan akademik, tetapi juga mempunyai tanggung jawab sosial untuk mengawasi jalannya pemerintahan dan menyuarakan kepentingan masyarakat.
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari pengenalan sikap dan posisi organisasi mahasiswa di tengah ribuan mahasiswa baru yang mulai memasuki lingkungan perguruan tinggi. BEM Unram mendorong mahasiswa agar tidak bersikap apatis terhadap berbagai persoalan publik.
Sikap kritis terhadap pemerintah bukan hal baru bagi BEM Unram. Pada Februari 2025, BEM Unram juga menyatakan keterlibatannya dalam gerakan mahasiswa bertajuk “Indonesia Gelap” dan mengirimkan presidennya untuk bergabung dengan aksi BEM Seluruh Indonesia di Jakarta.
Melalui deklarasi tersebut, BEM Unram ingin menegaskan bahwa mahasiswa memiliki ruang untuk menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah. Di hadapan mahasiswa baru, sikap tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa kehidupan kampus tidak terlepas dari dinamika sosial dan politik yang berlangsung di tengah masyarakat.
Pernyataan “Indonesia lumpuh” yang disampaikan BEM Unram menjadi sorotan karena dilontarkan di hadapan ribuan mahasiswa baru. Pernyataan itu memperlihatkan keberanian organisasi mahasiswa untuk mengambil posisi kritis sekaligus mengajak generasi mahasiswa baru ikut memperhatikan persoalan bangsa.
Sumber:lalu teguh firdaos
