DOMPU, 15 agustus 2026, WARTANUSANTARA,ID
Warga Kabupaten Dompu dan sekitarnya dikejutkan oleh guncangan dahsyat pada dini hari, Sabtu (15/08/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan telah terjadi gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di laut.
Berdasarkan data resmi BMKG yang dirilis pukul 04.58 WIB, pusat gempa terletak pada koordinat 8,41 Lintang Selatan dan 121,39 Bujur Timur, atau tepatnya berada sekitar 30 kilometer di Timur Laut Mbay-Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa tersebut terbilang dangkal dengan kedalaman hiposenter hanya 15 kilometer, yang menyebabkan getaran terasa sangat kuat di sejumlah wilayah.
Status Tsunami: Dompu Masuk dalam Zona "WASPADA"
Kabupaten Dompu yang berbatasan langsung dengan wilayah pesisir NTT, tidak luput dari dampak kewaspadaan. Dalam pemodelan potensi tsunami yang dirilis BMKG, Wilayah Dompu bagian utara, termasuk wilayah pesisir, secara resmi masuk dalam status peringatan dini tsunami dengan status "WASPADA" (Warna Kuning).
Tak hanya Dompu, status waspada yang sama juga diberlakukan untuk sejumlah wilayah di NTB lainnya, seperti Bima Pulau Sangi, Bima Pulau Gili, dan Kota Bima bagian utara. Sementara itu, pulau-pulau tetangga seperti Pulau Sikha (NTT) dan wilayah Sultra seperti Kota Bau-Bau juga berada pada status serupa.
Peringatan Evakuasi: Jauhi Pantai dan Tepian Sungai
Menanggapi status waspada ini, BMKG mengimbau pemerintah daerah, instansi terkait, serta masyarakat di wilayah pesisir untuk segera meningkatkan kewaspadaan.
Dalam surat edaran peringatan dini, disebutkan bahwa status "WASPADA" mengharuskan masyarakat untuk segera menjauhi pantai dan tepian sungai. Hal ini mengingat potensi gelombang air laut yang bisa naik secara tiba-tiba akibat perubahan pola pasang surut pasca-gempa, meskipun tidak dalam skala tsunami besar.
"Kami mengimbau warga Dompu, khususnya yang tinggal di kawasan pesisir kecamatan, untuk tidak beraktivitas di area pantai. Segera mencari tempat yang lebih aman dan dataran yang lebih tinggi," imbau Kepala BMKG dalam rilis resmi yang diterima redaksi.
Beda Status: NTT dan Sulsel dalam Siaga Tinggi
Perlu diketahui, skala kedaruratan berbeda diberlakukan untuk wilayah lain. Berdasarkan data pemodelan BMKG, wilayah di Provinsi NTT seperti Manggarai, Ngada, Ende, dan Sikka bagian utara, serta wilayah Sulsel (Selayar, Jeneponto, dan Bantaeng) justru berada dalam status "SIAGA" (Warna Oranye). Status Siaga menuntut kesiapsiagaan lebih ketat, di mana pemerintah daerah diimbau untuk segera mengarahkan masyarakat melakukan evakuasi menyeluruh jika diperlukan, mengingat estimasi tinggi muka laut maksimum yang lebih signifikan.
Meski Dompu berada satu tingkat di bawah status Siaga, warga diminta untuk tidak panik namun tetap siaga. Proses evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi sangat disarankan mengingat zona NTB dan NTT berada dalam satu jalur seismik aktif yang saling terhubung.
Hingga berita ini diturunkan, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dompu masih melakukan pemantauan kondisi pesisir dan berkoordinasi dengan BMKG untuk update terbaru terkait perkembangan gelombang pasca-gempa. Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dompu dapat dihubungi melalui nomor telepon darurat 112, nomor seluler petugas/narahubung 0853-3828-2230, atau mendatangi kantornya di Jalan Lele No. 3, Kelurahan Bali I, Kecamatan Dompu.
(Redaksi akan terus memantau perkembangan informasi terkait gempa bumi ini)
