**Manggarai** — Perjalanan panjang dan penuh tantangan dilalui relawan Universitas Mataram (Unram) untuk mencapai posko pengungsian di Kampung Lehot, Desa Ndiwar, Kecamatan Lelak, Kabupaten Manggarai. Para relawan harus melewati sekitar 30 bukit dan sejumlah sungai sebelum akhirnya tiba di lokasi pengungsian.
Setibanya di lokasi, relawan melakukan pendataan terhadap kondisi warga serta kebutuhan mendesak para pengungsi. Berdasarkan data sementara, terdapat **122 warga** yang berada di wilayah pengungsian.
Saat ini telah tersedia **lima tenda pengungsian** yang digunakan warga. Jumlah tenda tersebut masih terbatas karena ketersediaan terpal yang minim. Selain itu, telah tersedia **lima dapur umum**, masing-masing berada di setiap posko pengungsian.
Dari total warga yang terdampak, tercatat **19 orang lansia, 40 anak-anak, serta 15 bayi dan balita usia 0–5 tahun**. Kondisi warga juga membutuhkan perhatian, dengan **lima orang mengalami luka-luka**, terdiri dari dua orang dengan luka berat yang telah dievakuasi dan tiga orang mengalami luka ringan. Selain itu, terdapat **dua warga yang sedang sakit** dan **satu orang penyandang disabilitas**.
Kerusakan akibat bencana juga cukup signifikan. Sebanyak **18 unit rumah mengalami rusak berat**, sementara **14 unit lainnya mengalami rusak ringan**.
Melihat kondisi tersebut, kebutuhan mendesak warga di posko pengungsian saat ini meliputi **sembako, susu, sabun, dan selimut**. Keterbatasan tenda dan kebutuhan dasar menjadi perhatian utama untuk memastikan warga, khususnya lansia, anak-anak, bayi dan balita, serta kelompok rentan lainnya dapat bertahan dalam kondisi pengungsian.
Relawan Unram berharap bantuan dari berbagai pihak dapat segera disalurkan ke Kampung Lehot. Akses menuju lokasi yang cukup sulit menjadi tantangan tersendiri dalam proses distribusi bantuan, sehingga diperlukan dukungan dan koordinasi dari berbagai pihak agar kebutuhan warga dapat terpenuhi dengan cepat.
**Data sementara warga terdampak di Kampung Lehot:**
* Jumlah penduduk: 122 orang
* Tenda pengungsian: 5 tenda
* Posko/dapur umum: 5 posko
* Lansia: 19 orang
* Anak-anak: 40 orang
* Bayi/balita 0–5 tahun: 15 orang
* Korban luka: 5 orang (2 luka berat, 3 luka ringan)
* Warga sakit: 2 orang
* Rumah rusak berat: 18 unit
* Rumah rusak ringan: 14 unit
* Penyandang disabilitas: 1 orang
* Kebutuhan mendesak: sembako, susu, sabun, dan selimut
