Notification

×

Iklan

Iklan

Semarak HUT RI ke 81 mahasiswa KKN XXIX SETIE Yapis Dompu.

Sabtu, 15 Agustus 2026 | Agustus 15, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-16T05:04:13Z

 


Semarak HUT RI ke 81: Mahasiswa KKN angkatan XXIX STIE Yapis Dompu Gelar Lomba Unik dan Penuh Tawa di Desa Katua


DOMPU, WARTA NUSANTARA.NTB


Gebyar kemerdekaan bukan hanya milik kota besar. Di pelosok Desa Katua, Kecamatan Dompu, semangat Merah Putih justru berkobar lebih panas dari biasanya. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XXIX STIE Yapis Dompu sukses menyulap lapangan desa menjadi panggung euforia rakyat melalui gelaran bertajuk "Memeriahkan HUT RI ke-81 Bersama Desa Katua", yang digelar mulai hari, Senin (10/8/2026).


Mengusung konsep lomba yang kreatif, murah meriah, namun sarat akan nilai kebersamaan, panitia menyiapkan enam mata lomba yang berbeda dari biasanya. Tidak hanya mengandalkan fisik, lomba-lomba ini sukses memancing gelak tawa dan antusiasme warga dari berbagai kalangan usia.


Sahrul, selaku Ketua Panitia Lomba dari Mahasiswa KKN XXIX, mengungkapkan bahwa konsep lomba sengaja dirancang untuk menyatukan seluruh elemen masyarakat desa.


“Kami ingin perayaan 17-an kali ini terasa berbeda dan inklusif. Lomba-lomba seperti tiup kardus atau pukul air dalam plastik itu sederhana, tapi justru di situlah letak keseruannya. Yang kami kejar bukan siapa yang menang, tapi bagaimana warga Desa Katua, dari anak-anak sampai orang tua, bisa tertawa dan bergembira bersama,” ujar Sahrul kepada awak media di sela-sela kesibukannya memimpin pertandingan.


Apresiasi Pemerintah Desa: KKN yang Membawa Energi Baru


Kemeriahan acara ini ternyata mendapat sambutan hangat dari pemerintah setempat. Kepala Desa Katua, MADHAR, yang hadir langsung untuk membuka acara, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan kerja keras para mahasiswa.


“Kami dari Pemerintah Desa Katua sangat berterima kasih dan mengapresiasi adik-adik Mahasiswa KKN Angkata XXIX STIE Yapis Dompu. Kehadiran mereka membawa energi baru bagi desa kami. Perayaan 17-an tahun ini terasa jauh lebih hidup dan meriah. Ini bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat bisa menghasilkan sesuatu yang positif dan membahagiakan,” tutur Madhar.


Madhar menambahkan, lomba kebersihan antar dusun yang diinisiasi oleh mahasiswa adalah program yang sangat tepat sasaran. Menurutnya, hal itu selaras dengan visi desa untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.


Kejutan di Lapangan: Dari Balap Karung Hingga Adu Strategi Tiup Kardus


Pantauan di lapangan, area lomba dibagi menjadi beberapa pos. Suasana paling riuh terdengar dari arena Lomba Tiup Kardus. Para peserta, yang mayoritas ibu-ibu, harus beradu cepat menggiring kardus kosong menggunakan hembusan napas. Tak jarang mereka harus berhenti sejenak karena kehabisan napas akibat tertawa sendiri melihat tingkah lawannya.


Sementara itu, di sudut lain, Lomba Balap Karung dan Lomba Volly Ball antar RT menjadi magnet bagi para pemuda desa. Sorakan dukungan dari warga yang berjejer di tepi lapangan membuat tensi pertandingan semakin terasa, namun tetap dalam nuansa penuh keakraban.


Ada satu lomba yang paling menarik perhatian: Lomba Memasukkan Batu ke Dalam Botol. Meski terlihat mudah, lomba ini menuntut kesabaran dan ketelitian. Peserta harus memasukkan batu-batu kecil ke dalam mulut botol yang sempit, sebuah permainan yang ternyata cukup menegangkan dan mengundang teriakan histeris penonton.


Tak kalah segar, Lomba Pukul Air Dalam Plastik menjadi ajang “balas dendam” yang menyenangkan. Dengan mata tertutup, peserta mengayunkan tongkat untuk memecahkan kantong plastik berisi air yang digantung. Alih-alih kena sasaran, banyak peserta yang malah memukul angin atau justru mengguyur penonton di dekatnya.


Membangun Desa Melalui Kebersihan


Di tengah gegap gempita perlombaan yang menguji adrenalin, Mahasiswa KKN XXIX juga menyisipkan misi sosial. Mereka menggelar Lomba Kebersihan Antar Dusun se-Desa Katua. Lomba ini bukan soal kecepatan, melainkan penilaian menyeluruh terhadap kerapian, pengelolaan sampah, dan penghijauan di masing-masing dusun.


“Ini adalah bentuk kontribusi nyata kami untuk desa. Kemeriahan HUT RI harus dibarengi dengan peningkatan kesadaran lingkungan. Kami ingin meninggalkan kesan bahwa kemerdekaan itu juga berarti bebas dari lingkungan yang kotor dan tidak sehat,” tambah Sahrul.


Kegiatan ini direncanakan akan berlangsung selama delapan hari, sejak 10 Agustus hingga seluruh rangkaian lomba selesai diperlombakan. Antusiasme warga yang tinggi terlihat dari banyaknya pendaftar yang membludak di meja panitia sejak pagi hari.


Dengan adanya kegiatan ini, Mahasiswa KKN Angkata XXIX STIE Yapis Dompu membuktikan bahwa pengabdian masyarakat tidak hanya soal teori di kampus, tetapi juga tentang hadir di tengah rakyat, membawa tawa, dan membangun solidaritas. Dirgahayu Republik Indonesia ke81. (SyST)

×
Berita Terbaru Update