WARTA NUSANTARA NTB
Edisi: Selasa, 11 Agustus 2026 | Seksi: Budaya & Sosial
LOMBOK TENGAH – Semangat kebersamaan dan kelestarian budaya tampak nyata dalam pesta pernikahan Yunus Kamran dan Cahyani di Desa Batujai, Kabupaten Lombok Tengah. Tradisi nyongkolan yang digelar berlangsung meriah, menjadi bukti eratnya persatuan masyarakat dalam menjaga warisan adat istiadat khas Bumi Sasak.
Kegiatan ini juga menunjukkan kekompakan pemuda dan pemudi setempat yang bahu-membahu memastikan jalannya acara berjalan lancar. Kebahagiaan tak hanya terpancar dari sepasang pengantin, namun juga meluap dari wajah kedua belah pihak keluarga yang menyatukan ikatan persaudaraan.
Keamanan dan ketertiban selama rangkaian acara berjalan juga terjamin berkat kerja sama yang baik antara Badan Keamanan Desa (BKD) dan Aparat Penegak Hukum (APH) yang bertugas di lokasi. Hal ini pun mendapat apresiasi luas dari masyarakat yang hadir.
Warga memuji semangat gotong royong yang ditunjukkan seluruh elemen masyarakat. Tradisi megat duwe yang menjadi ciri khas masyarakat Lombok Tengah dan Pulau Lombok secara keseluruhan tampak hidup dan dijaga bersama, menjadi identitas yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat setempat.
"Kegembiraan ini milik semua orang. Budaya kita adalah kekayaan yang harus dijaga bersama, dan hari ini kita melihatnya dengan nyata," ungkap salah satu warga yang hadir menyaksikan prosesi adat.
