Notification

×

Iklan

Iklan

600 HEKTAR SAWAH TERANCAM GAGAL PANEN,IRIGASI HULU RUSAK AKIBAT LONGSOR SUSULAN PASCA GEMPA

Selasa, 01 September 2026 | September 01, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-02T06:09:19Z

 


*Manggarai — Dampak gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026* kembali dirasakan masyarakat di wilayah Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai. Longsor yang terjadi di bagian hulu Desa Ulubelang menyebabkan saluran irigasi yang menjadi sumber air bagi kebutuhan masyarakat dan lahan persawahan di dua desa mengalami kerusakan.


Kerusakan tersebut kini menimbulkan kekhawatiran serius bagi masyarakat. Pasalnya, saluran irigasi tersebut menjadi sumber pengairan bagi *sekitar 600 hektare lahan persawahan* yang berada di dua desa. Jika persoalan ini tidak segera ditangani, ratusan hektare sawah tersebut berpotensi mengalami gagal panen.


Salah seorang warga, *Yon dari Desa Papang, Kecamatan Satarmese, menyampaikan bahwa longsor pertama terjadi pada 15 Agustus 2026 di kawasan hulu Desa Ulubelang.


“Warga sempat mendapatkan bantuan pipa plastik dari Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai. Pengerjaan dilakukan selama kurang lebih enam hari. Namun, gempa susulan kembali memicu longsor, terutama pada bagian saluran yang sudah dikerjakan,” ungkap Yon.


Kondisi tersebut membuat upaya masyarakat untuk mengalirkan kembali air ke lahan persawahan kembali menghadapi kendala. Material longsoran menutup dan merusak jalur yang sebelumnya telah diperbaiki.


Bagi masyarakat di dua desa, persoalan ini bukan hanya menyangkut pertanian, tetapi juga kebutuhan air sehari-hari. Saluran dari kawasan hulu selama ini memiliki peran penting sebagai sumber air bagi kehidupan masyarakat sekaligus menopang aktivitas pertanian.


Masyarakat berharap adanya perhatian dan penanganan segera dari pemerintah maupun pihak terkait, terutama untuk memperbaiki kembali jaringan irigasi di bagian hulu serta memastikan akses air dapat kembali mengalir dengan aman.


“Kami sangat membutuhkan bantuan untuk saluran ini. Kalau tidak segera ditangani, kami khawatir ratusan hektare sawah terancam gagal panen,” demikian harapan masyarakat.


Kerusakan akibat bencana tersebut menjadi pengingat bahwa pemulihan pascagempa tidak hanya menyangkut rumah dan infrastruktur umum, tetapi juga *infrastruktur pertanian yang menjadi tumpuan kehidupan masyarakat pedesaan.*


Masyarakat kini berharap pemerintah dapat segera turun ke lokasi, melakukan peninjauan kondisi saluran irigasi, serta mengambil langkah penanganan agar sekitar 600 hektare sawah di dua desa tetap dapat memperoleh pasokan air dan musim tanam masyarakat tidak terancam gagal.

×
Berita Terbaru Update