Notification

×

Iklan

Iklan

Nyemulaq Jadi Awal Kebangkitan Sade, Rekonstruksi Rumah Adat Dimulai

Kamis, 03 September 2026 | September 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-03T09:39:41Z

WARTA NUSANTARA NTB | LOMBOK TENGAH — Harapan baru mulai tumbuh di Dusun Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, setelah kawasan adat tersebut dilanda kebakaran. Masyarakat bersama pemerintah mulai menata kembali kawasan yang terdampak melalui prosesi adat Nyemulaq atau Tanjek Teken, Kamis (3/9/2026).

Prosesi tersebut menjadi penanda dimulainya tahapan rekonstruksi sejumlah bangunan yang terdampak kebakaran, termasuk rumah adat, masjid, serta sejumlah fasilitas pendukung kehidupan masyarakat Sade.

Pelaksanaan Nyemulaq juga bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, sehingga momentum tersebut memiliki makna penting bagi masyarakat setempat. Selain menjadi bagian dari tradisi adat, prosesi ini menjadi simbol dimulainya kembali kehidupan masyarakat Sade setelah musibah kebakaran.

Bupati Lombok Tengah H. L. Pathul Bahri, S.IP., M.AP. mengatakan bahwa Nyemulaq bukan sekadar ritual adat, melainkan menjadi awal dari proses pemulihan Kampung Adat Sade.

“Pembangunan rumah di Kampung Adat Sade dimulai hari ini. Pemerintah daerah akan terus mendampingi proses rekonstruksi agar masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti sebelumnya,” ujar Pathul.

Ia menegaskan bahwa proses pembangunan perlu dilakukan secara terbuka dengan melibatkan berbagai pihak. Hal tersebut penting agar rekonstruksi yang dilakukan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat serta tetap mempertahankan karakter dan nilai adat yang menjadi identitas Sade.

Sementara itu, Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, S.IP., M.Si. mengingatkan agar proses rekonstruksi dilakukan secara matang dan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik.

Menurutnya, kawasan Sade memiliki nilai sejarah dan budaya yang harus tetap dipertahankan dalam proses pembangunan kembali.

“Yang kita bangun bukan hanya bangunan, tetapi kembali membangun peradaban. Karena itu harus tetap menjaga nilai awal Sade,” katanya.

75 Rumah Adat Terdampak Kebakaran

Koordinator Rekonstruksi Rumah Adat Sade, Dr. H. Lalu Mohammad Faozal, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa prosesi Nyemulaq merupakan hasil kesepakatan bersama masyarakat dan menjadi awal dimulainya pembangunan kembali kawasan adat Sade.

Berdasarkan data yang disampaikan, kebakaran sebelumnya berdampak terhadap 75 rumah adat, delapan berugak, enam sekenam, satu masjid, dua toilet, serta 69 art shop.

Rekonstruksi selanjutnya akan dilakukan secara bertahap berdasarkan perencanaan yang telah disusun dengan memperhatikan kondisi masyarakat serta karakter arsitektur tradisional Sade.

Bagi masyarakat Dusun Adat Sade, dimulainya Nyemulaq bukan hanya tentang membangun kembali rumah dan fasilitas yang terbakar. Lebih dari itu, prosesi tersebut menjadi simbol kebangkitan, persatuan, dan tekad masyarakat untuk mempertahankan warisan budaya Sasak.

Kawasan Sade diharapkan dapat kembali menjadi ruang kehidupan masyarakat sekaligus tetap mempertahankan nilai adat dan budaya yang selama ini menjadi identitas serta salah satu daya tarik wisata Kabupaten Lombok Tengah.

Sade terbakar, tetapi semangat masyarakatnya tidak padam. Kini, Sade mulai bangkit dan menata kembali masa depannya.

WARTA NUSANTARA NTB
“Menyajikan Fakta, Menginspirasi Bangsa”

#WartaNusantara #LombokTengah #Sade #DesaRembitan #Pujut #BudayaSasak #Nyemulaq #TanjekTeken #RekonstruksiSade #DesaWisata #NTB

×
Berita Terbaru Update