LOMBOK TENGAH, NTB — Jumat, 4 September 2026
Kepemimpinan yang responsif, transparan, dan visioner terus ditunjukkan oleh duet pemimpin Kabupaten Lombok Tengah, Bupati H. Lalu Pathul Bahri, S.I.P., M.A.P. bersama Wakil Bupati Dr. H. M. Nursiah, S.Sos., M.Si. Sinergi keduanya terlihat melalui pembagian peran strategis dalam menangani berbagai persoalan daerah, mulai dari penanganan pascabencana, pemulihan kawasan budaya dan pariwisata, hingga penguatan tata kelola pemerintahan serta akuntabilitas keuangan daerah.
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah berupaya memastikan setiap kebijakan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh aspek perlindungan masyarakat, pelestarian budaya, pelayanan publik, serta penguatan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
Sade Bangkit, Pemulihan Berbasis Mitigasi
Salah satu bentuk respons cepat pemerintah daerah terlihat dalam penanganan musibah kebakaran yang melanda Kampung Adat Sade, Desa Rembitan, yang merupakan salah satu destinasi wisata budaya penting di Lombok Tengah.
Dalam proses penanganan dan pemulihan, Bupati Lalu Pathul Bahri disebut bergerak memastikan kebutuhan serta dukungan pemerintah daerah dapat segera diberikan. Sementara itu, Wakil Bupati HM Nursiah turut mengawal kesiapan mitigasi kewilayahan agar proses pemulihan dapat berjalan secara terkoordinasi.
Memasuki tahap rekonstruksi, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama jajaran Forkopimda dan tokoh adat melanjutkan proses pembangunan kembali kawasan yang terdampak. Salah satu momentum penting ditandai dengan Nyemulak atau peletakan tiang pancang pertama, sebagai simbol dimulainya pembangunan kembali kawasan tersebut.
Rekonstruksi tersebut mencakup pembangunan kembali 75 rumah adat, masjid, serta puluhan artshop yang terdampak.
“Proses pembangunan fisik ini kami dampingi penuh secara bertahap. Pemerintah berkomitmen memberikan yang terbaik, namun yang paling utama adalah nilai-nilai historis dan karakter arsitektur asli Sasak harus tetap dijaga demi keberlanjutan warisan leluhur,” tegas Bupati Lalu Pathul Bahri saat meninjau lokasi.
Pemulihan Kampung Adat Sade juga diarahkan tidak sekadar mengembalikan kondisi bangunan seperti sebelumnya. Pemerintah daerah mendorong agar proses rekonstruksi sekaligus memperkuat sistem mitigasi bencana di kawasan wisata.
Wakil Bupati HM Nursiah menegaskan bahwa penataan kembali Kampung Sade harus menjadi momentum untuk membangun desa wisata yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Kolaborasi dengan pemerintah pusat, termasuk Kementerian Pariwisata, diarahkan untuk mengintegrasikan sistem mitigasi risiko modern. Di antaranya fasilitas proteksi kebakaran komunal dan ketersediaan cadangan air darurat yang dapat digunakan apabila terjadi kondisi kedaruratan.
Perkuat Akuntabilitas Pemerintahan
Sinergi Bupati dan Wakil Bupati juga terlihat dalam aspek tata kelola pemerintahan. Di tengah upaya pemerintah daerah meningkatkan kinerja badan usaha milik daerah, sisi pengawasan terhadap penggunaan anggaran juga menjadi perhatian.
Bupati Pathul Bahri disebut terus mendorong peningkatan kinerja BUMD hingga mampu memperoleh penghargaan nasional TOP Pembina, sementara Wakil Bupati HM Nursiah mengambil bagian dalam pengawasan dan penguatan akuntabilitas pengelolaan anggaran pemerintah daerah.
Salah satu langkah tersebut terlihat dari keterlibatan Wakil Bupati HM Nursiah dalam Entry Meeting bersama Tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI) Perwakilan NTB di Kantor Bupati Lombok Tengah. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari proses pemeriksaan dan pengawasan terhadap pengelolaan keuangan daerah.
Pengawasan tersebut dinilai penting untuk memastikan pelaksanaan program pemerintah berjalan sesuai ketentuan, sekaligus mendorong pengelolaan anggaran yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Perhatian terhadap Program Kerakyatan
Selain pembangunan dan tata kelola pemerintahan, perhatian terhadap kebutuhan masyarakat juga menjadi bagian dari agenda pemerintah daerah.
Instruksi Bupati terkait perluasan cakupan program iuran air gratis, termasuk bagi fasilitas keagamaan seperti musala, menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap pelayanan dasar masyarakat.
Sementara itu, Wakil Bupati HM Nursiah disebut terus mengawal berbagai program perlindungan sosial bagi kelompok rentan serta percepatan penurunan angka stunting di sejumlah desa.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui kemampuan pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dengan perpaduan antara respons cepat dalam menghadapi bencana, pelestarian budaya, penguatan mitigasi, pengawasan anggaran, serta peningkatan pelayanan publik, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah berupaya membangun tata kelola pemerintahan yang semakin terbuka dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Sinergi Bupati Lalu Pathul Bahri dan Wakil Bupati HM Nursiah menjadi bagian penting dalam menjalankan roda pemerintahan daerah. Ke depan, konsistensi dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, serta keterlibatan masyarakat akan menjadi faktor penting untuk memastikan setiap program pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Lombok Tengah.
Usman Jayadi
WARTA NUSANTARA NTB
“Menyajikan Fakta, Menginspirasi Bangsa.”
