Notification

×

Iklan

Iklan

Gubernur Iqbal Ungkap Penyebab Kerusakan Jalan di NTB, Siapkan Solusi Sistemik dan Berkelanjutan

Kamis, 23 Juli 2026 | Juli 23, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-24T01:33:46Z

 

Mataram, NTB – Gubernur Lalu Muhamad Iqbal mengungkapkan bahwa kerusakan jalan provinsi di Nusa Tenggara Barat bukan semata-mata disebabkan oleh tingginya lalu lintas kendaraan, melainkan merupakan persoalan lama yang belum ditangani secara menyeluruh.

Menurutnya, minimnya perawatan serta tidak adanya sistem drainase yang memadai sejak awal pembangunan menjadi faktor utama yang mempercepat kerusakan jalan. Hal ini diperparah dengan perubahan kondisi lingkungan, seperti meningkatnya curah hujan serta munculnya sumber air baru akibat erosi.

“Kerusakan jalan ini adalah persoalan sistemik, bukan hanya karena beban kendaraan, tetapi juga karena sejak awal tidak didukung sistem drainase yang baik,” jelas Gubernur.

Dari total sekitar 1.500 kilometer jalan provinsi di NTB, hampir 900 kilometer berada di Pulau Sumbawa. Sebagian besar ruas jalan di wilayah tersebut mengalami kerusakan akibat genangan air yang terus-menerus merusak struktur jalan.

Saat ini, sekitar 172 kilometer jalan tercatat mengalami kerusakan berat, dengan estimasi kebutuhan anggaran perbaikan mencapai ratusan miliar rupiah. Kondisi tersebut semakin kompleks akibat keterbatasan anggaran dan peralatan yang terjadi selama bertahun-tahun.

Sebagai langkah penanganan, Pemerintah Provinsi NTB mulai melakukan konsolidasi sumber daya secara menyeluruh. Upaya yang dilakukan meliputi peningkatan alokasi anggaran, perbaikan dan penambahan alat, serta penguatan sumber daya manusia di sektor infrastruktur.

Selain itu, Pemprov juga membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) dengan target respons maksimal 24 jam terhadap laporan kerusakan jalan. Sistem pelaporan berbasis digital pun mulai dikembangkan guna mempercepat penanganan di lapangan.

Ke depan, perbaikan jalan tidak hanya bersifat tambal sulam, tetapi akan dilakukan secara sistemik dan berkelanjutan. Salah satu inovasi yang akan diterapkan adalah penggunaan teknologi stabilizer yang lebih tahan terhadap air dan dinilai lebih efisien dalam jangka panjang.

“Penanganan ke depan harus lebih terencana, tidak lagi parsial. Kita ingin membangun jalan yang lebih kuat dan tahan terhadap perubahan lingkungan,” tegasnya.

Dengan langkah-langkah tersebut, Pemerintah Provinsi NTB optimistis dapat meningkatkan kualitas infrastruktur jalan secara signifikan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan konektivitas antarwilayah di daerah.

×
Berita Terbaru Update