Notification

×

Iklan

Iklan

Orang tua dan atlet Wushu Dompu temui DPRD, pencoretan Nama Dika Ardansyah di kelas 52 kg Dikecam

Senin, 10 Agustus 2026 | Agustus 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-10T12:58:18Z

 WARTA NUSANTARA NTB

 


Edisi: Senin, 10 Agustus 2026 | Seksi: Olahraga & Advokasi | Penulis: Sukriawan

 

DOMPU – Perwakilan atlet, pelatih, beserta orang tua dan keluarga atlet cabang wushu Kabupaten Dompu mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Dompu pada Senin (10/8/2026) guna menyampaikan aspirasi terkait dugaan ketidakberesan pencoretan nama atlet, Dika Atdiansyah, dari daftar peserta pertandingan di kelas kategori 52 kilogram.

 

Rombongan diterima langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Dompu bersama jajaran Komisi 2 dan Komisi 3 DPRD Kabupaten Dompu di ruang rapat kantor legislatif setempat. Dalam pertemuan tersebut, pihak keluarga menyampaikan kronologis peristiwa di mana nama Dika Atdiansyah dicoret padahal telah memenuhi seluruh persyaratan baik dari segi administrasi maupun standar teknis keolahragaan yang ditetapkan.

 


Mendengar pemaparan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Dompu beserta anggota komisi terkait menyatakan keprihatinan yang mendalam atas tindakan tersebut.

 

Anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Dompu yang akrab disapa H. Can menyayangkan langkah pencoretan yang dilakukan tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, kerugian yang dialami atlet tidak hanya bersifat materiil, namun dampak psikologis jauh lebih besar bagi semangat dan masa depan atlet.

 

"Kami sangat prihatin. Atlet ini sudah berjuang memenuhi syarat administrasi maupun teknis, namun namanya dicoret begitu saja. Kerugian yang dirasakan bukan hanya soal biaya, melainkan tekanan batin dan kekecewaan yang mendalam bagi atlet," ujar H. Can dalam pertemuan tersebut.

 

Sementara itu, Ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten Dompu, H. Jaya, menegaskan komitmen pihaknya untuk menyelesaikan persoalan ini secara tuntas guna mencegah peristiwa serupa terulang di masa mendatang.

 

"Insya Allah kami akan perjuangkan masalah ini sampai tuntas. Hal seperti ini tidak boleh terjadi lagi pada ajaran-ajaran KONI ke depannya, agar atlet yang berprestasi tidak dirugikan," tegas H. Jaya.

 

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola keolahragaan terkait alasan pasti penyebab pencoretan nama atlet tersebut. Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut guna mendapatkan keterangan berimbang dari pihak terkait.

 

 

×
Berita Terbaru Update